Saturday, 29 November 2008

For my daughter...................

Anggia
Saat Anggit berusia 3 tahun, lahir putri ke dua yang kami beri nama Anggia Karina. Anggia berarti cantik, Karina diambil dari arti taman bunga. Kami berharap Anggia menjadi seorang yang cantik segalanya termasuk hatinya,perilakunya,membawa keceriaan seperti warna-warni taman bunga. Saat lahir Anggia tidak langsung menangis, saat itu saya sangat khawatir. Alhamdulillah Anggia baik-baik saja, bahkan tumbuh dengan sehat. Sejak bayi Anggia jarang sakit, bila sakit pun tidak rewel. Kebiasaan “jelek” nya Anggia kalau mau tidur suka mengemut ibu jarinya (gemol kalau kata orang sunda). Anggia sering dijaga Anggit bila saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tingkah lakunya pun menggemaskan, pernah suatu ketika dia masuk ke rumah dengan menggendong kucing jalanan alias kucing garong yang besar. Sang kucing pun tampak baik-baik saja, tidak menggigit.
Sejak TK Anggia sangat mandiri. Dia mempersiapkan keperluan sekolah sendiri, menyelesaikan pekerjaan rumah. Anaknya selalu riang,temannya banyak dan. Rasanya jarang melihat Anggia sedih, hanya kalau “hatinya tidak enak” dia jadi mudah tersinggung (he…3x ketahuan). Dia tumbuh menjadi anak yang sangat aktif, mungkin kalau tidak ditahan semua kegiatan ingin dia ikuti, band, basket, pencak silat, dokter kecil, OSIS, les inggris, les gitar,b imbingan belajar,dll.
Anggia juga sama dengan Anggit tidak pernah menyulitkan kami sebagai orang tua, prestasinya baik, juga tidak pernah menuntut sesuatu yang aneh-aneh. Dia “keukeuh” ingin ke sekolah naik kendaraan umum (angkot) padahal baru kelas 4 SD, setelah kelas 5 SD baru kami ijinkan dengan berbagai syarat.
Saat saya dalam pengobatan kanker, Anggia kelas 6 SD. Dia tidak menunjukkan kekhawatiran di depan saya, tapi saya tahu dia berusaha menyenangkan saya. Mungkin dia mempunyai cara untuk mengungkapkan perasaannya dengan menyanyi atau menulis. Tulisannya bagus,salah satu karangannya yang mendapat pujian dari gurunya adalh “my hero….”,dia menceritakan bahw “my hero” nya adalah saya.(so sweet…..)
Jiwa sosialnya sangat tinggi, kalau ada teman yang sakit biasanya dia paling sibuk,atau guru yang sedang perlu dibantu. Dia pandai berkomunikasi baik dengan para tukang becak yang setia menunggu di kompleks, sampai teman-temannya dari berbagai kalangan.
Saat ini dia duduk di kelas 3 SMA, saya melihat dia sungguh-sungguh mengejar cita-citanya.Dia ingin menjadi seorang dokter. Semoga Anggia diberi kemudahan dalam menggapai cita-citanya.
Anggia Karina, maafkan mamah kalau sering ditinggalkan karena bertugas. Tetapi percaya kasih sayang mamah seluas samudra, bagaikan langit tak bertepi. Mamah doakan semoga menjadi anak yang baik, cantik, bermanfaat bagi sesame. Mamah doakan Anggia selalu diberi kesehatan, keselamatan,kemudahan dalam ikhtiar dan selalu dikelilingi orang yang penuh kasih sayang.
Mamah hanya meminta Anggia menjadi anak yang sholehah, yang dapa t menyelamatkan mamah dan papap kelak. I love you my girl, with all my heart……….!!

1 comments:

Mamah Ani 3 December 2008 at 11:18  

anggia tuh sejak kecil ya duplikat mothernya
lucu, riang, selalu happy, banyak kegiatan, banyak temen, nggak bisa diem....rameee dan geraaak terus

didoain anggia jadi dokter seperti yaang dicitaa ccitakannya....dokter kandungan? dokter bedah? dokter kulit dan kelamin?
whatever lah...yang penting bida memberi manfaat kepada sebanyak banyak mahlukNya, amin

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Blog Design By:

Blog Design By:
CHOCO BERRY CHERRY

About Me

My photo
"When you look at your life, the greatest happiness is family happiness"

My Activities

syamsi
Ibuhamilcom

Followers

MIRACLE of LOVE

MOL2

Please find 'Miracle of Love' by Eko P. Pratomo - Syaamil in the bookstore in the beginning of January 2008. Harga Rp. 43.500,00

This book is dedicated to support Care for Lupus & Care for Low Vision activities at Syamsi Dhuha Foundation (SDF).

You could extend your caring by recommending this book to your friends... .

Light Up the World with the Ray of Our Heart.

Your Caring Saves Lives.

Back to TOP