Thursday, 27 November 2008

for my son..............

Anggit Raksajati

Anggit anak pertama kami. Nama lengkapnya Anggit Raksajati. Anggit berarti kreatif, Raksajati adalah Pelindung Sejati. Tentu sebuah doa agar kelak putra kami menjadi seorang yang kreatif dan dapat melindungi dirinya, keluarganya dan lingkungan yang lebih besar.
Sejak kehamilan (saat itu masih kuliah,praktek sebagai dokter di lapangan), sangat baik tidak menyusahkan. Anggit juga yang menemani saya saat saya dan suami pindah membina rumah tangga di Bekasi. Saat lahir Anggit memang mengalami ikterik (seluruh tubuhnya berwarna kuning karena organ hati belum berfungsi sempurna). Saya meninggalkan RS tanpa Anggit. Rasanya tidak bisa dibayangkan, sedih dan khawatir, tentunya seorang ibu ingin mendekap anaknya, melihat apakah baik-baik saja. Setelah 2 hari saya memaksa untuk dibawa ke rumah dengan berjanji akan kontrol bila ada perubahan yang mengkhawatirkan. Saya juga sangat memahami pihak RS dan dokter anak yang tidak mengijinkan saya membawa Anggit. Tentu alasannya karena kesehatan.
Semasa balita Anggit tumbuh menjadi anak yang manis, baik hati, tidak pernah berkelahi, cenderung mengalah dan ingin berbagi. Biasanya anak-anak lain main di rumah saya, sehingga saya bisa melihat bagaimana dia ingin selalu berbagi. Bila saya akan bertugas, dia tampak sedih tapi tidak pernah merengek. Rasanya setiap hari seperti harus memilih menolong masyarakat atau menemani anak. Tapi karena sikap Anggit yang baik dan tidak rewel membuat saya mantap untuk berkarya dan meninggalkan bertugas setiap hari.
Sepulang kerja, biasanya tidak saya berikan kepada yang mengasuh, seakan sebagai kompensasi karena telah meninggalkannya seharian. Demikian juga bila hari libur. Hal yang menjadi ”masalah ” Anggit saat kecil adalah, dia malas makan .Sehingga harus dibujuk saat bermain, juga bila tidur harus ”ngempeng”...(sebetulnya ini salah mamah, sehingga Anggit nyaman dengan empeng).
Masa playgroup,TK,SD dilalui Anggit tanpa ada cerita yang membuat saya terkejut karena kenakalan, hasil di sekolah selalu baik temannya banyak, dan tidak pernah meminta dibelikan sesuatu yang diluar kemampuan kami.
Saat SMP dan SMA Anggit sudah memasuki babak baru, dia tampak lebih dewsa bahkan cenderung tidak mau menyulitkan kami sebagai orang tua. Anggit luar bisa ,setiap hari bangun pk 5, kemudian jalan kaki menuju tempat angkot dan berangkat ke sekolah dengan angkot. Terkdang pulang sekolah dia berjalan kaki. Sebagai seorang ibu saya sangat bahagia, haru dan tak pernah putus mendoakan yang terbaik bagi Anggit. Semoga Anggit selalu menjadi anak yang tidak menyulitkan orang lain, senang membantu dan tidak ”aneh-aneh”
Diterima di salah satu SMA pilihan di kota Bandung membuat pergaulan dia pun berbeda, teman-temannya sangat beragam. Dia pun senang berorganisasi, berangkat ke sekolah dengan sepeda motor. Semangat belajarnya luar biasa.
Sesuai harapan Anggit dapat diterima di ITB, saat itu saya sedang bertugas ke Malaysia. Rasa haru ,bahagia saya wujudkan dengan sujud syukur. Teriring selalu doa :’ Ya Allah lindungilah anak-anak kami, beri kesehatan, keselamatan kemudahan dalam ikhtar menccapai cita-cita,cukupkan rizkinya dan jangan pernah tinggalkan mereka dalam genggaman lindungan Mu.
Anggit Raksajati, mamah tidak dapat memberikan lebih dari apa yang telah Anggit peroleh . Mamah selalu berdoa untuk kebaikan Anggit, pasangan hidup dan keturuannya. Mamah hanya ingin Anggit tetap menjadi anak yang baik, shaleh, berguna bagi sesama selamat di dunia dan akhirat. Mamah hanya ingin Anggit dapat menjadi anak yang dapat menyelamatkan mamah dan papap kelak di akhirat.........
Maafkan mamah bila tidak dapat menjadi ibu yang sempurna, I love you so much more than you can feel. Take care………!!!!

1 comments:

Mamah Ani 28 November 2008 at 17:21  

we love you too dear anggit
doa kita selalu..muah muah muah...

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Blog Design By:

Blog Design By:
CHOCO BERRY CHERRY

About Me

My photo
"When you look at your life, the greatest happiness is family happiness"

My Activities

syamsi
Ibuhamilcom

Followers

MIRACLE of LOVE

MOL2

Please find 'Miracle of Love' by Eko P. Pratomo - Syaamil in the bookstore in the beginning of January 2008. Harga Rp. 43.500,00

This book is dedicated to support Care for Lupus & Care for Low Vision activities at Syamsi Dhuha Foundation (SDF).

You could extend your caring by recommending this book to your friends... .

Light Up the World with the Ray of Our Heart.

Your Caring Saves Lives.

Back to TOP