Friday, 31 October 2008

BEKERJA, MELAYANI, MENGABDI....

29 okt - 1 nov

Ini dia Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia.
Dihadiri perwakilan seluruh Indonesia.
hadir lebih 400 dokter.

Berpikir, berpendapat, menyusun bersama.....berbagai tema .
terkadang sampai jam 12 malam.
Sekretariat sih...kaya dapur.

jalan terus.
Dokter itu mengabdi bagi sesama.
Mau tahu hymne nya???

IKATAN DOKTER INDONESIA

SANGGUP TEGAR BERDIKARI
TEGUH DALAM PENDIRIAN MELAKSANAKAN ETIK DAN CITA-CITANYA
BERLANDASKAN PANCASILA ,UNDANG-UNDANG DASAR 45

SUMBANGSIH KU YANG MULIA.......
DEMI KESEHATAN JIWA RAGA

BAKTI.... KAMI....
UNTUK NUSA BANGSA
DEMI KESEJAHTERAAN HIDUP
RUKUN SERTA DAMAI.........

IDI

28 oktober...

Nah...ini H-1 MUKERNAS, paralel rapat.
seksi sidang, sekretariat, rapat dengan hotel plus latihan paduan suara.
Kumaha????

Alhamdulillah beres juga, walaupun bersitegang dengan yang gak koordinasi (ih...suka sebel deh...)

semoga acara lancar

I don't like monday,but I like ....working

27 oktober
hari ini lumayan parah....
karena 5 hari ditinggal ke surabaya...maka kerjaan jadi heboh
rapat mempersiapkan MUKERNAS.

malam ngantar ke RS...
tiba di rumah pk. 22...duh...tepar deh

Sunday, 26 October 2008

The special moment ............

Saya ingin sedikit bercerita tentang cancer , kebetulan saya seorang survivor ca .mammae (kanker payudara). Setelah saya ditetapkan diagnose nya ,dokter yang merawat saya memutuskan chemotherapy (kemoterapi). Suatu pengobatan dengan memasukakn obat ke dalam tubuh (bias dimakan/disuntik/diinfus) untk membunuhsel-sel kanker yang tidak berada di tempat asal….(sudah berlarian atau di duga berlari ke temapt lain atau diduga mereka punya kesempatan lari ke tempat lain.
Membicarakan perilaku sel kanker di dalam tubuh ,terkadang membuat saya takjub.
Bayangkan sekumpulan sel kanker (populasi sel kanker ) memiliki sifat dan kekuatan berbeda-beda (seperti manusia ya…), ada sebagian yang terus mendesar (keukeuh…) menerobos selaput (dinding kapsul tumor) sehingga bias masuk ke saluran pembuluh darah atau saluran getah bening. Bila mereka sudah masuk ke sana, mereka dapat bebas beredar ke seluruh tubuh…dan berhenti di tempat favorit mereka. Ada juga yang kerjanya terus saja berkeliling di dalam pembuluh darah….
Kemoterapi merupakan upaya agar kita dapat “menangkaap” sel-sel yang dicurigai sudah masuk melalui 2 jalur tersebut. Tugas obat (kemoterapi) seperti sedang sweeping…mencari sel kanker, menangkap dan menghancurkan. Tentu saja sel-sel yang normal ada yang terbunuh atau mati 9 suatu pengorbanan dari sel normal dan baik-baik agar tubuh kita terbebas dari gerombolan sel kanker). Terima kasih ya…sel-sel yang baik hati berkorban untuk kesembuhan ku…..
Kemo pertama sangat mendebarkan. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan persiapan, membaca berbagai akibat dari obat saya diantar suami (Ron) ke RS.Obat masuk melalui jarum infus. Ada 2 jenis obat …yang 1 berwarna orange…(I hate orange…..!).
Mulanya biasa saja…….(seperti lagu Dian P.), semakin lama kepala saya serasa membesar dan terus membesar,pandangan menjadi agak kabur, mual dan serasa naik kora-kora….…
“Ah…kalau hanya begini ,it’s Ok….” Demikian saya mengatakan dalam hati.
Saya dirawat 1 malam untuk melihat reaksi obat. Keesokan harinya pulang kerumah.Sepanjang hari hanya bisa berbaring, mual, pusing, lemas……Saya mencoba makan/minum walaupun sedikit.Pusing dan mual menjadi bertambah karena saya juga sekaligus menjalani radioterapi (penyinaran).
Kemo ke dua (selang 3 minggu), saya jalani dengan kembali diantar suami. Mungkin efek obat sudah bertambah…mual menjadi-jadi…sering saya tidak kuat menahan muntah..(maaf), sehingga selalu tersedia ember kecil di samping saya. Pusing pun menjadi-jadi…
Beberapa hari kemudian…..saya melihat di bantal helaian rambut saya berguguran….(hmmmm mulai rontok nih…)
Saya ke kamar mandi dan melepaskan seluruh rambut saya…( hanya ditarik oleh tangan….seluruh rambut tercabut), saya masukkan ke dalam kantong pelastik. Saya bercermin…..sambil menitikkan air mata…..”Ya…Allah bila ini untuk kesembuhan ku, lindungi saya, kuatkan saya menjalani nya…..ridhoi setiap langkah yang saya ambil..”
Tampak wajah saya di cermin tanpa rambut….hmm…seperti bintang film Demi Moore. Beberapa helai rambut bertahan …(jadi seperti antene…). Saya tersenyum….”Tidak apa-apa…ini hanya sementara…”
Saya menggunakan kerudung dan keluar menemui suami saya.
Ronald hanya tersenyum (walaupun wajahnya terlihat getir…sedih…) :” Alhamdulillah obatnya tidak palsu…buktinya kamu rontok…..”
Kemudian dia membawa silet dan kepala saya dibersihkan menjadi benar-benar klimiss…(tanpa rambut seperti casper….) Kami hanya saling berpandang melalui cermin.
“Saya orang yang paling beruntung ….,karena boleh mencukur gundul istrinya,mana ada suami yang seberuntung saya….” Demikian gumam Ronald sambil mencukur kepala saya….
Saat indah dan mengharukan tersebut membawa pesan : kita tidak memiliki apa-apa…jangankan rambut, nyawa pun bila Allah berkenan mengambilnya….kita harus ikhlas. Kasih sayang tulus membuat kita tidak pernah merasa menjadi orang dengan kekurangan….karena manusia diciptakan demikian sempurna tidak hanya sekedar rambut. Saya tetap merasa sebagai wanita, istri yang dicintai, ibu yang ditunggu dan dicintai anak-anak…walaupun tidak berambut sehelai pun seperti casper…yang baik hati….dan bentuk tubuh “tidak sempurna” menurut ukuran manusia.
Tx for your support…(pap, aa , ade,n the whole family……). Love you…..so much!!!

I like...Sunday....

26 oktober
Pagi-pagi menyenangkan…karena eh karena ini hari minggu…I like Sunday.
Setelah minum kopi, menyelesaikan pekerjaan kantor yang dikirim ke rumah selama saya tidak ditempat…
Membereskan berkas-berkas bahan rapat dan laporan besok…
Hmmmm I don’t like Monday,but it’s ok….

Setelah beres kerjaan bagian ikan dan pohon yang diperhatikan…. (suami dan anak-anak ada yang sedang belajar ada yang masih tidur).
Mengganti tanaman di vas, memindahkan posisi akuarium.
Setelah selesai bagian saya dong…(” me time”……). Pijat dan luluran di rumah…..

Alhamdulillah, terima kasih atas anugrah waktu yang diberikan.
Terima kasih atas kesehatan dan kesempatan untuk mengisi waktu dengan penuh manfaat.

Saturday, 25 October 2008

Thank You…..for my family….

Saya mengenal Ronald Agusta (suami dan ayah dari kedua anak-anak ku) saat masih remaja.
Saat itu kami kelas 3 SMA. (pertemuannya??? Hmmm satu kisah tersendiri…)
Setelah lulus,saya memilih Fakultas Kedokteran UNPAD, dia memilih Fakultas Ilmu Komunikasi .
Saat ini sudah 21 tahun kami mengarungi kehidupan dalam ikatan pernikahan.
Tidak ada “renstra” pernikahan kami , tapi juga bukan tanpa usaha.
Saya selalu mendapat dukungan atas keputusan bekerja, berkarya sesuai profesi saya.
Di dalam rumah kami saling bantu, terkadang Ronald menggantikan peran saya menjaga anak-anak.
Melihat anak-anak tumbuh sehat, melanjutkan pendidikan sesuai keinginannya merupakan kebahagian yang luar biasa bagi saya seorang ibu dan istri .
Sikap Ronald atas pilihan saya berkarir sangat sederhana : ”selama kamu bahagia, nyaman bekerja. Saya akan selalu mendukung…, bila kamu ingin berhenti kapan saja…juga tidak ada masalah”
Sikap dan kepercayaan suami kepada saya, membuat saya selalu ingin memberikan yang terbaik.
Dalam pekerjaan maupun tugas-tugas lain selalau saya ingin selesaikan dengan baik..…
Masa sudah diberi ijin ,saya tidak serius…
Saat saya ingin melanjutkan S2, dia pun dengan tenang berkata :” jalani saja…selama kamu merasa nyaman”.
Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan tepat waktu , walaupun saat itu Anggit kelas 4 dan Anggia kelas 1 SD. (setiap minggu mereka saya tinggal kuliah di UI –Depok selama 2 sampai 3 hari)
Beberapa Diklat , pelatihan, tugas luar kota, konferensi ke luar negeri harus saya ikuti….
Semua dapat saya selesaikan tentu atas dukungan dan pengertian dari keluarga terkasih Ronald Agusta suamiku, Anggit Raksajati putra pertama ku,Anggia Karina putri ke dua ku.
Dan juga bantuan dukungan dari orang-orang disekitar saya.
Susah , senang, gembira, sedih…khawatir…marah…semua kami lalui bersama.
Kami anggap sebagai warna-warni kehidupan yang indah….yang membuat kami lebih mengerti, lebih menyayangi, lebih menerima……..
Alhamdulillah Ya Allah…..terima Kasih atas anugrah yang diberikan kepada saya, keluarga yang membuat hari-hari begitu indah……
“Harta yang paling berharga …adalah…keluarga.Istana yang paling indah….adalah….keluarga…..”
Terima kasih papap, AA dan Ade…..
I love You so much….
You will always be in my heart…..
Feel my love in your heart….forever…..!!!

Home sweet home......

25 Oktober

Harusnya hari ini ada reuni FK UNPAD dan home coming day….di Jatinagor
Tapi saya memutuskan istirahat di rumah…

Menyusun laporan Rakernas…(Alhamdulillah selesai)…
dan…membersihkan semua akuarium.
Rupanya ditinggal 5 hari ikan saya kurang mendapat perawatan (ihik…ihik….nangis…), beberapa mati karena air tidak sehat .
Atau ....mungkin juga ikan-ikan depresi karena tidak ada saya…ha….3x
Sehingga memutuskan bunuh diri massal...tragisss

1 akuarium tempat kura-kura, 3 akuarium besar untuk ikan…dan 2 akuarium kecil ikan cupang…saya bersihkan…..

Alhamdulillah…senang rasanya melihat ikan-ikan gembira dan sehat……

I'm back...I'm coming....

24 oktober

Pk 8 sudah di Bandara juanda,menunggu keberangkatan ke Bandung.

Alhamdulillah penerbangan lancar.
Tiba di bandung dijemput suami tercinta…Ronald, langsung menuju rumah.

Alhamdulillah….home sweet home….!!!
Sayang, badan panas dan muntah-muntah (mungkin kelelahan)

Malam terakhir di Surabaya

23 Oktober

Pk. 8 dijemput sopir ke rumah Arti ,keponakan saya.
Alhamdulillah ada waktu 1 hari berwisata di Surabaya dan sekitarnya.

Hari ini saya diajak ke Gresik…(saya pikir hanya ada pupuk), ternyata banyak makanan khas (nasi krawu, bandeng,legen,dll).

Sambil pulang menuju Pasar Turi…(lokasi monopoli Indonesia) membeli beberapa barang titipan Anten (anak terbesar Arti).

Jemput Esha dan pulang…
Malam kembali merapihkan kopor.

tetap semangat!!!

22 oktober
Hari kedua rakernas, materi menarik.
Sudah banyak materi teknis kesehatan .
Kegiatan setiap hari selesai pk. 18.
Tiba di hotel sekitar pk 19,….

Hmmmm saya biasanya langsung istirahat. (maklum...putri tidur...)
Hari ke dua baru selesai pk 20 untuk penyelesaian berbagai administrasi.

Merapihkan kopor, buku2 dan tidurrrr.

Bekerja...berkarya....ibadah....

21 oktober
Rakernas hari 1 ,arahan menteri kesehatan dan beberapa materi sangat menarik. Mengingatkan tujuan pembangunan kesehatan untuk masyarakat .
Mengingatkan bagaimana kita sebagai warga Negara harus memberikan kontribusi, mengingatkan betapa luas dan beragam masalah di Indonesia….
tapi tidak ada kata menyerah…harus semangat memperjuangkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Daripada ribut dan cuman ngomong,lebih baik berkarya…....sesuai keahlian.

Selamat berkarya…..untuk masyarakat….
untuk bangsa……dan bagian dari ibadah…..

Surabaya...here I come....

20 oktober
Hari Senin, pagi pukul 5 pagi sudah di bandara Husen menuju Surabaya (diantar Ronald my husband).
Rapat Kerja Nasional Kesehatan menanti…..semoga semua berjalan lancar.
Semoga papap, aa dan ade dalam lindungan Allah.
Kedua anak saya sedang ujian, Anggia malah baru sembuh sakit.
Pesawat terbang mulus, Alhamdulillah…kebetulan saya duduk dekat jendela.
Melihat Kota Bandung semakin menjauh….ada rasa sedih juga.
Semakin tinggi …semakin jauh…..Bandung terlihat padat dengan bangunan, di beberapa bagian masih tampak hijau…gunung yang indah mengelilingi Bandung.
Ada satu gunung tinggi menjulang…entah gunung apa….
Semakin tinggi hingga pesawat diatas awan…putih bersih,seperti hamparan permadani yang lembut….,disela-sela awan…masih terlihat daratan.Gunung masih tetap terlihat…
Alhamdulillah Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, saya diberi kesempatan melihat ciptaan yang indah. Kau ridhoi manusia ciptaan Mu menciptakan berbagai kemajuan ilmu sehingga saya bisa naik pesawat terbang tinggi diatas awan….

Penerbangan lancar, tiba di Surabaya pk.8.30 dijemput Arti keponakan ku (dosen psikologi UBAYA) dan putranya yang ganteng dan lucu Esha…( hmm…berarti dia cucu saya…)
Setelah mengantar Esha ke TPA, Arti menyelesaikan pekerjaan, ke RS untuk periksa gigi, barulah kami ke pertokoan untuk makan siang…Hmmm tentu saja makanan khas Surabaya yang dituju :nasi, urap, tumis sebangsa kerang, es kelapa. Menuju Hotel tempat menginap, daftar kehadiran peserta rakernas.setelah selesai menjemput Esha dan ke rumah Arti.
Senang sekali bisa menengok keponakan dan cucu . Dahulu saat saya tinggal di bekasi rasanya senang sekali bila ada keluarga yang menengok.
Malam,pk 19 saya menuju Hotel tempat peserta menginap. Siap-siap untuk Rakernas

Sunday, 19 October 2008

minggu...libur juga...tapi...????

19 okt

Minggu, bangun pagi biasa....beres-beres...
masak buat anak-anak dan suami
kasih makan ikan, kura-kura
bersihin kamar dan lemari pakaian

menyiapkan berkas untuk rakernas.
mengantar Anggia les tambahan

menuju kantor membawa proposal dan data....
FC dulu dan menyiapkan berbagai kerjaan untuk senin.....

Sambil pulang belanja dulu untuk di rumah
Nah....ini baru horor....

Pas mau distarter mobilnya mogok....
Maka,saya duduk di toko sambil telepon suami dan juga petugas bengkel...
ditunggu 15 menit...dan akhirnya....

dicoba lagi mobil dapat jalan....

Alhamdulillah tiba di rumah

Urusan dulu sama petugas bengkel....dan beresin lagi deh...persiapan tugas ke luar kota

minggu tapi gak libur...
gak libur tapi tetep seneng....

maka lagunya

disini senang....
disana senang.....

sabtu...tapi....???

Hari ini sabtu.
Harusnya libur total.
Tapi berhubung banyak yang harus diselesaikan sebelum berangkat tugas ke luar kota,maka....
Harus masuk kantor...hua....3x

Jam 9 pijat refleksi dulu.
Pas masuk ruangan, trelihat 1 kaki di ranjang ke dua dari ujung.
Maka saya menuju ranjang ke 4 saja...

saya bilang :"ade..,saya ke kamar mandi dulu ya...."
Tiba-tiba si kaki itu menjawab...(eh...yang punya kaki) :"ayi yah...."
HAH.....????

ternyata kaki itu milik kakak saya Ardini Raksanagara, huah......3x

jadilah saya bersebelahan pijat refleksi dan salaing ledek bila ketahuan ada organ tubuh yang gak beres....

Setelah refleksi, ke kantor....truzz menuju toko kaset.
Pulang ke rumah...seneng bangget

maklum malam minggu, boleh melek semaleman.

chatting deh sama banyak orang...dari berbagai negara (termsuk ngajar di kelas online...aha...)
yang merasa muridnya ngacung...

hmmmm sabtu tapi sibukkkk.........
sibuk tapi mengasyikan........
asyikkkk juga bahagia.........
bahagia tapi cape........

maka tidur karena kecapean...aha....

Friday, 17 October 2008

week end....horay!!!

17 okt

Pagi mengikuti rapat bulan dana PMI, bagaimana kami harus mengajak masyarakat peduli kepada sesama dengan memberi sumbangan dana untuk kegiatan PMI.
Anggia tampak semakin baik hari ini, Anggit juga ada ujian....semoga diberi kemudahan.

Terus menerima beberpa tamu, kerjaan rutin menyelesaikan berbagai masalah kantor.
sore belanja dulu untuk di rumah

Hmmmm...sampai ke rumah hati luar biasa gembira...maklum week end...!!!

"Libur telah tiba....libur telah tiba...horay...horay....!!!"

MY STORY...... (.PADA MULANYA.....!!!)

TULISAN INI DIBUAT SAAT SAYA MASIH PENGOBATAN....:

Waktu itu hari mulai berangkat malam, saya mulai dapat meluruskan badan setelah seharian bekerja. Apalagi saat itu sedang sibuk mempersiapkan PIN putaran I tahun 2002 pada bulan September.
Saya tiduran sambil menonton televisi . Saya merasa ada yang engga beres dengan ketiak saya, seperti gatal atau perih. Mungkin karena secara rutin saya suka menghilangkan bulu ketiak. Saat saya meraba ketiak, terasa ada benjolan sebesar biji kacang, lebih dari satu. Saya tersentak, kemudian saya mencoba menyusur ke payudara kiri. Di bagian luar atas teraba benjolan lunak, bergerak , berukuran sekitar 2 cm.
“Wah...apa ini?, mungkin lipoma atau fibroadenoma ya...” begitu dalam pikiran saya. Kemudian saya berbicara kepada suami bahwa ada benjolan di payudara. Suami saya terkejut dan berkata : “ayo kita ke RS, jangan ditunda-tunda.....”
Saya segera menelepon sejawat radiologi menanyakan kemungkinan mamografi, kemudian menanyakan kawan baik saya yang aktif di yayasan kanker indonesia.
“ Mungkin fibroadenoma, tapi tetep harus diperiksa......”
Saya putuskan akan memeriksakan setelah PIN putaran I selesai.

Seminggu kemudian suami saya mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan.
Esok harinya, saya ingat hari Kamis. Saya dan suami berangkat ke RSHS untuk melakukan pemeriksaan mamografi. Dokter radiologi mengatakan benar ada masa di payudara kiri, sebaiknya dilakukan USG pada mamae. Saya langsung mengikuti sarannya. Hasil USG menunjukkan gambaran ke arah keganasan.
Saya mulai khawatir, “Sebaiknya konsul ke dokter bedah sekarang juga...!”

Saya dan suami segera menuju bagian Bedah, disana saya menanyakan siapa saja dokter bedah onkologi. Saat itu tidak ada seorang pun dokter bedah onkologi di sekretariat. Semua sedang melaksanakan tugas di ruang bedah dan di tempat lain. Tiba-tiba ada teman semasa kuliah melewati saya, dia kebetulan teman SMP suami. “Sedang mencari siapa?” Saya mengatakan ingin konsul kepada dokter ahli bedah onkologi.
“Mari saya antar ke kepala bagian nya....” begitu katanya, dan saya diantar ke ruang bedah menemui dokter yang dimaksud. Sebut saja Dr. D.
Dia sedang bersiap untuk melaksanakan operasi, sambil menunggu operasi beliau mau meluangkan waktu memeriksa payudara saya dan membaca hasil mamografi dan USG.
“Betul ada tumor di payudara kiri, tapi kita belum tahu pasti apakah jinak atau ganas....”
Kita lakukan operasi saja sambil diperiksakan patologi anatominya.
Saya langsung menyetujui usul dokter D. Menurut sya lebih cepat lebih baik...

Hari selasa saya menjalani operasi. Tanpa diduga saat siuman, hasil PA meragukan, sehingga harus menunggu selama lebih kurang 5 hari.
Masa penantian yang sangat panjang dan dipenuhi kekhawatiran karena dalam keluarga saya ada beberapa keluarga dari pihak ibu yang mengidap kanker.

Saat kontrol jahitan sekaligus mengetahui hasil PA tiba. Luka jahitan bagus, tapi hasil belum keluar.
Saya menelepon Dr ahli PA menanyakan hasilnya, dia mengatakan :”Hasilnya kanker....!”
Saya segera masuk ke tempat praktek dr. D dan memberi kabar tersebut.
Dr. D menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan diambil, Saat itu langsung dijadwalkan untuk opersi kembali mengambil jaringan di sekitar tumor atau BCT dilanjutkan dengan radiasi.
Saya katakan :”saya sih bagaimana dokter , anda jendralnya...saya menurut saja....”
Pulang kerumah, sepanjang perjalanan air mata ini terus mengalir, teringat penyakit yang saya derita ini bukan main-main. Ini sangat serius......!!!
Saya teringat kedua anak saya, anggit dan anggia. Bagaimana kalau saya tidak dapat mendampingi mereka .....Saya terus menangis. Suami saya hanya bisa memeluk dan berkata: “ mari kita berupaya untuk berobat...saya akan menemani kamu.....”

Tibalah hari operasi, saya diantar dan ditunggu oleh suami dan kakak-kakak saya.
Saat siuman saya merasakan nyeri yang hebat di payudara kiri dan ketiak kiri, rasanya tidak dapat bergerak..........., berbagai selang terpasang di tubuh saya.

Operasi berjalan lancar, demikian juga pemulihan luka operasi. Setelah satu minggu di RS saya boleh pulang.....Bahagianya dapat berkumpul dengan keluarga...
Besoknya saya harus ke bagian radiologi untuk mempersiapkan tindakan radiasi.
Dr. S ahli radiologi onkologi sangat membantu.
Saya menjalani serangkaian tindakan simulasi penembakan sinar.
Saya masuk ke ruangan, kemudian dokter melihat dari monitor. Dada saya ditempeli tanda-tanda denga plester dan diberi gambar dengan spidol hitam.
Wah...kesannya seperti korban di Bosnia.....Seram sekali.....:-(
Hari Senin nya saya mulai menjalani radiasi.

Masuklah saya ke babak radiasi, jadwal radiasi setiap hari.
Setiap jumat kontrol ke poliklinik. Jumlah radiasi 25 kali.
Setiap pagi saya pergi ke RS diantar suami sambil mengantar anak sekolah.
Saya masuk ke ruangan yang besar dan dingin sendiri.
Saya berbaring di meja yang pas seukuran badan, kemudian setelah semua siap saya ditinggalkan sendiri. Hanya ada lampu merah kecil menyala, pintu besi ditutup rapat.
Saat penyinaran saya membaca doa dan mencoba relaksasi.
Penyinaran dilakukan 3 kali pergantian posisi.

Waktu keluar ruangan saya belum merasakan apa-apa. Dalam hati :”wah kalau begini sih...enak, tidak ada yang terasa...”
Ternyata setelah penyinaran ke 10 baru terasa, badan lemes, mudah lelah dan nafsu makan berkurang.
Baru saja kami akan mengehela nafas panjang, kami dapat kabar bahwa sebagian kelenjar aksila saya telah terinfiltrasi sel kanker. Artinya saya harus menjalani kemoterapi.....
Saya tidak dapat mundur lagi, “I have to survive....!!!”
Saya harus bertahan dan saya akan bertahan.....
Sungguh suatu perjuangan menggapai kehidupan...

Chemo ke satu saya lalui, kepala rasanya pening seperti naik kora-kora yang tiada henti, kemudain naik gajah beledug kemudian naik kincir dan naik kendaraan di jalan yang berkelok-kelok....
Alhamdulillah tidak sampai muntah-muntah...... hanya mual hebat.
Dirumah, badan rasanya lemas......Saya menjalani kemoterapi hari Sabtu, minggu istirahat.
Senin sudah mulai dengan radiasi......
Pada hari ke 5 mulai sakit menelan, saya pikir itu hal biasa.....
Ternyata bertambah hebat, sampai menelan air liur pun sakit sekali ,seperti menelan silet......
Hari ke7 tetap seperti itu bahkan bertambah berat, sudah 2 hari saya tidak masuk makanan, minuman hanya 1 gelas 1 hari....Akhirnya badan bertambah lemas.......Saat itu bulan puasa, akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter saya masuk RS.
Hari ke 2 di RS saya sudah mulai dapat bercanda, ribut bicara...dan bertanya macam-macam....Dokter D hanya berkata :”Ini baru ayi..., yang kemarin bukan ayi.....” Leukosit saya turun sampai 1020. diputuskan tidak boleh ada yang menengok dan saya diberi suntikan untuk meningkatkan leukosit.
Setelah kondisi umum baik, saya dibolehkan pulang.
Hari itu kalau tidak salah hari jumat.

Saya punya waktu 2 hari untuk persiapan kembali radiasi.
Sungguh sangat berat........................
Tapi saya selalu bernyanyi :”Aku....tegar.....” bukan “hidupku yang sengsa

Kenangan untuk Ibu dari seorang “ibu”

Oleh :Ahyani Raksanagara

Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
(Ciptaan Ibu Sud)


Saat saya kecil senang sekali menyanyikan lagu tersebut, karena mudah dinyanyikan. Saat itu mungkin saya belum paham arti dan makna dari kata-kata yang dimaksud. Sekarang bila mendengar lagu itu, saya sering menitikkan air mata. Tanpa sadar langsung terucap doa untuk ibu saya almarhum yang sangat saya cintai.

Ibu menurut kamus bahasa Indonesia mempunyai beberapa pengertian, diantaranya adalah : orang perempuan yang telah melahirkan seseorang, atau sebutan untuk wanita yang sudah bersuami, panggilan takzim kepada wanita yang sudah atau belum bersuami, dapat pula berarti bagian yang pokok (besar,asal) atau yang utama diantara beberapa hal lain;yang terpenting ,misalnya ibu negeri .

Peringatan hari Ibu pada setiap tanggal 22 desember tentu dimaksudkan dalam rangka memberikan penghormatan bagi kaum ibu yang telah melahirkan dan membimbing kita . Peran seorang ibu dalam mendidik anak sangat besar.

Dahulu saat saya masih menjadi “anak” hari ibu tidak begitu terasa penting, sekarang saya telah menjadi ibu dari 2 orang anak, ada kesedihan dan rasa sesal yang mendalam mengapa tidak setiap hari saya buat menjadi hari ibu saat ibu saya , yang biasa dipanggil ema (panggilan ibu dalam bahasa sunda) masih ada disamping saya.

Sekarang setiap tanggal itu hadir saya selalu menangis mengingat segala yang telah ema perbuat untuk saya dan kakak-kakak saya. Walaupun secara formal tidak berpendidikan tinggi, tapi ibu selalu membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan. Tulisan ini saya buat dengan tidak mengurangi rasa cinta dan hormat saya kepada ayah saya dan suami saya yang sangat saya cintai, kasihi dan hormati.

Saya adalah anak terkecil dari 13 bersaudara (3 orang diantaranya meninggal saat usia masih balita), karena itu saya dipanggil ayi (sebutan adik dalam bahasa sunda). Pada saat saya berusia 13 tahun ayah meninggal dunia, sejak itu tentu saja ibu menjadi figur yang sangat lekat dihati.

Ema yang mengajarkan bagaimana saya harus selalu bersih hati. Setiap hari ada saja yang saya adukan kepada orang tua saya, misalnya “ Saya tidak suka sama si A, dia membicarakan sesuatu yang sebetulnya tidak saya perbuat, saya tidak mau lagi bicara dan berteman dengan orang seperti itu”
Ema biasanya menjawab sambil menjahit, atau memasak, atau menyiapkan makanan di meja makan :” Biar saja, orang seperti itu ada dimana-mana, nanti sudah besar pun kamu tetap akan bertemu orang – orang seperti itu, kita harus tetap baik kepada semua orang. Tetap tersenyum dan ramah kepada semua orang, Bantu orang lain sebisa kita, tidak akan rugi selalu berbuat baik dan bersih hati. Kalau orang lain berbuat jahat kepada kita itu adalah urusan mereka …”

Pendapat itu biasanya selalu diperkuat dan dibenarkan oleh apa (sebutan bagi ayah dalam bahasa sunda). Demikian tiap hari ,tiap waktu bila saya mengadukan ada orang yang berbuat buruk atau mengesalkan hati, sampai saya sudah bekerja, ema selalu memberi jawaban yang sama. Tidak pernah berubah : berbuat baik kepada sesama, ramah, bersih hati, bantu orang lain semampu kita.

Ema juga yang mengajarkan saya untuk selalu tidak takut menghadapi apapun dalam kebenaran, berani mempertahankan sesuatu bila itu kita yakini kebenarannya, berani menyampaikan pendapat, tidak rendah diri, tapi juga tidak sombong, tidak mengeluh, selalu bersyukur atas segala yang kita terima saat ini.

Nilai-nilai tersebut saya dapatkan di rumah, bukan teori melainkan berupa contoh dari ibu dan ayah. Saya bersyukur sekarang tidak perlu mengikuti diklat tertentu atau kursus tertentu , karena setiap hari saya sudah berada dalam “diklat” dengan asuhan ibu dan ayah .

Setiap hari bila akan keluar rumah saya selalu pamit kepada ibu, ibu selalu menjawab : “Ya…semoga selamat…..!” Bila sudah mendengar kalimat tersebut, saya merasa tenang dan mantap untuk meninggalkan rumah, juga saat meninggalkan rumah untuk mengikuti suami ke kota lain. Tidak ada keraguan, hati saya sangat lapang dan percaya segala akan baik-baik saja. Saya ingat suatu hari saya mengatakan pada ibu : ” Ma….doakan ayi besok mau ujian “
Ibu dengan wajah yang tenang berkata : “ ’Ma doakan agar kamu selamat, kamu sudah berusaha. ’Ma lihat kamu sudah belajar dan terus berdoa . Yang penting kamu telah berikhtiar dengan optimal, ’Ma doakan kamu mendapatkan yang terbaik. Jangan lupa Bismillah dulu…., apapun hasilnya kamu sudah memberikan yang terbaik, sudah berusaha….. Ini permen , makanlah permen ini kalau kamu sedang ujian terasa lelah.”
Permen itu selalu diberikan kepada saya maupun kakak saya bila akan ujian, sampai-sampai teman-teman suka bercanda :”Bagi dong permen nya, biasanya kamu mendapat nilai bagus kalau ujian. Mungkin karena permen dari ibu mu..…”


Saat itu tidak pernah terpikirkan sedikitpun nilai yang ditanamkan oleh ibu, tentang pentingya berikhtiar optimal, memberikan kemampuan yang terbaik dari kemampuan yang kita miliki sambil terus berdoa kepada Allah.


Tahun 2002 saya didiagnosa menderita kanker payudara. Dalam kurun waktu satu tahun saya harus menjalani beberapa kali operasi, radiasi, kemoterapi, makan obat, dirawat di RS karena keadan umum yang lemah. Apa yang membuat saya bertahan dan selalu berikhtiar untuk kesembuhan di jalan yang diridhoi Allah adalah nilai –nilai yang telah ditanamkan oleh ibu untuk tidak putus asa, tidak menyerah, selalu berlapang dada. Dukungan dan kasih sayang dari seluruh anggota keluarga selalu saya dapatkan. Disamping itu yang membuat saya bertahan juga salah satunya karena “kasih ibu”.
Kasih sayang saya kepada ke dua anak saya : Anggit Raksajati, kelas 1 SMU dan Anggia Karina, kelas 1 SMP sepanjang masa dan seluas langit biru….. tak berbatas….tak bertepi.


Harapan untuk terus mendampingi, membimbing, mendoakan , mendekap erat anak-anak selama mungkin membuat saya berani untuk menjalani serangkaian pengobatan yang menyakitkan atau menakutkan sekalipun !
Saya semakin yakin, seorang ibu akan selalu berusaha untuk kebahagiaan dan keselamatan anak-anaknya. Secara tidak sadar saya juga ingin menanamkan nilai,ikhlas, lapang dada, bersih hati, pantang menyerah, berani menghadapi tantangan kepada anak-anak saya. Mudah-mudahan mereka kelak dapat mewarisi nilai-nilai tersebut.


Seorang ibu akan merasa bahagia bila anaknya bahagia. Bagaimana ukuran kebahagiaan? Kebahagiaan tidak diukur dengan besarnya materi yang kita miliki, tingginya kedudukan yang kita jalani, kebahagiaan adalah bagaimana kita mensyukuri segala yang kita peroleh saat ini.

Sejak dulu saya ingin membahagiakan ibu saya, cara saya membahagiakan ibu tentunya tidak bisa saya tunjukkan dengan memberikan emas berlian, atau tiket berlibur ke luar negeri. Saya selalu berupaya keras menjadi yang terbaik dalam segala hal, saya juga tidak ingin ibu dibuat repot karena ulah saya. Saya menunjukkan kepada ibu bahwa saya anak yang paling bahagia di dunia, tidak pernah mengeluh kepada ibu, tidak membandingkan kondisi yang saya jalani dengan kondisi orang lain. Mudah-mudahan ibu berbahagia dengan kebahagiaan yang saya tunjukkan.

Ibu terlihat beberapa kali menampakkan kebahagiaan : saat saya di wisuda menjadi dokter, saat mencium kening saya di hari pernikahan, saat melihat saya sedang menolong pasien di puskesmas dimana saya bertugas, saat menggendong dan memeluk putra pertama saya dan banyak lagi kejadian yang tanpa sadar saya melihat raut wajah ibu yang sulit dilukiskan antara bahagia dan bangga.

Ada pengalaman menarik saat saya berumur 10 tahun , saya ingin menyenangkan ibu dan ayah saya. Saya buatkan mereka nasi goreng, saya tidak tahu bumbunya dan juga tidak mau bertanya karena ingin membuat kejutan. Segala bumbu dapur yang ada saya ulek dan digoreng bersama nasi. Ema dan apa memakan masakan itu sambil, bicara :’Enak sekali…pakai bumbu apa saja ini ? Dapat resep darimana…?”
Saya melihat mereka menyantap nasi goreng itu dengan lahap. Saya yang ikut makan merasakan ada yang tidak beres dengan rasa nasi goreng itu, saya berkata :”Kok rasanya begini ya…..tidak seenak yang dibuat ema, padahal semua bumbu sudah saya masukan…” Meledak lah tawa mereka :” Lain kali tidak perlu semua bumbu dimasukan, cukup ini…dan ini….Tapi tidak apa –apa nasi goreng ini enak juga seperti masakan dari India…..” Itulah ibu tidak pernah mencela perbuatan saya sehingga saya tumbuh menjadi anak yang mempunyai rasa percaya diri akan tetapi mau menerima masukan.
Sampai akhir hayatnya tidak pernah ada keluhan ibu atau kata-kata ibu yang membuat saya kecil hati, atau menceritakan tentang susahnya mengurus anak banyak.


Sikap dan perilaku ibu tanpa sadar memberikan nilai-nilai kepada saya. Di akhir hayatnya , saat itu saya akan berangkat ke kantor. Ibu memanggil saya dan memeluk erat dengan mata berkaca-kaca :”Terima kasih atas segala kebaikan ayi, maaf bila ema sudah menyusahkan. Jaga Anggit dan Anggia agar tetap bersih hati. Kita pasti akan bertemu kembali dan berkumpul di surga……” Tidak sepatah pun kata yang bisa saya ucapkan , saya menangis sambil mendekap erat ibu, sesekali saya berbisik :”Maafkan ayi, maafkan ayi….jangan bicara seperti itu….ema tidak pernah menyusahkan saya, ema selalu memberikan kebahagiaan….”


Kata-kata itu terngiang kembali, begitu besar peran ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Untuk para ibu, selamat menikmati peran sebagai ibu , berikan kemampuan terbaik kita untuk anak-anak . Niatkan selalu setiap langkah yang kita perbuat sebagai bagian dari ibadah. Bukan kah segala amal itu ditinjau dari niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan apa yang ia niatkan?


Untuk “anak-anak” selalu berbakti kepada ibu dan ayah dalam kebaikan. Untuk Anggit dan Anggia :” maafkan mamah kalau belum dapat menjadi ibu yang baik bagi kalian, kasih sayang mamah akan selalu menghangatkan dan menerangi kalian seperti matahari. Mudah-mudahan selamat di dunia dan di akhirat dan selalu dalam lindungan Allah…. Nyanyikan lah lagu dibawah ini setiap saat.”


Ya Allah Maha Kuasa
Lindungilah ayah bunda
Agar mereka selamat
Di dunia dan di akhirat
Ya Allah Maha Pengasih
Jadikan hatiku bersih
Agar hidupku selamat
Di dunia dan di akhirat
Ya Allah Maha Penyayang
Jadikan hatiku lapang
Agar hidupku selamat
Di dunia dan di akhirat
(ciptaan : R. Adur Raksanagara _ayah tercinta saya)

AKU SLALU BERSAMAMU...............

Saat rambut Ahyani mulai rontok karena terapi, saya bantu mencukur sambil dalam hati berdoa agar Allah membantu menyembuhkan istri yang sangat saya cintai .
Saya sangat menyayanginya, saya selalu berusaha mendukungnya

(Ronald Agusta,breast friend dari Ahyani Raksanagara)


Suamiku, Breast Friend-ku

Ya, suamiku adalah breast friend sejatiku.
Sahabat terbaikku.
Saat vonis dijatuhkan oleh dokter bahwa aku terkena kanker payudara stadium 2B dengan HER2+, itulah awal mimpi buruk yang rasanya tak ingin kuhadapi.
Bersyukur, ada suamiku disampingku, yang memberi kekuatan luar biasa bagiku untuk “berperang” melawan kanker payudara

(Ahyani Raksanagara)

Thursday, 16 October 2008

Bersyukur.....

Saat saya didiagnosa kanker, kemudian baru saja menjalani operasi.
Saya dikunjungi teman saat SMP (dia juga seorang survivor ).
survivor itu sebutan untuk para penderita kanker yang bertahan.

Dia berkata ,"ayi....suatu saat ayi akan mengucap berulang kali Alhamdulillah dan bersyukur atas diberinya penyakit kanker"

Hah...saat itu saya hanya terdiam, dan menatap wajahnya (tentu saja wajah terkejut...)
"gimana bisa, kena kanker malah bersyukur....duh...."

Mendapatkan penyakit kanker ,saya seperti mendapatkan perhatian khusus.
Seperti seseorang yang akan berangkat ke luar negeri....sudah diberi tahu ,akan berangkat...
maka saya diberi waktu untuk mengurus berbagai kelengkapan (pasport, visa, tiket, akomodasi),menyiapkan bekal untuk di tempat baru dan yang ditinggalkan....

Alhamdulillah saya memang seperti terus dibimbing....
diingatkan untuk mempersiapkan "keberangkatan".

kemudian setiap bangun pagi...rasa syukur luar biasa masih diberi anugrah waktu....
Setiap bernafas....Alhamdulillah diberi anugrah....kehidupan yang diberikan....
melihat anak-anak tidur....Alhamdulillah 1 hari berlalu menemani mereka....

Maka...benar lah....saya mengucap tak henti-henti Alhamdulillah....
Saya selalu bersyukur....atas anugrah yang diberikan...

Waktu adalah anugrah, semoga saya dapat mengisi dengan penuh manfaat.....

sabar buu.....

Hari ini...udah berangkat pk.06.15 bareng anggia.
Karena anggia masih sakit (badannya panas, malam malah muntah...kasihan...)
maka diantar ke sekolah bareng saya ke kantor.
kegiatan kayanya mengalir terus, mulai apel, membahas berbagai program/kegiatan,rapat teknis.......menyusun konsep renstra,dll
gak terasa sudah pk.12,setelah istirahat lanjut latihan paduan suara dokter.....
truss...beresin kerjaan, pulang deh...

Hari ini banyak sekali masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan, tapi....saya yakin kita tidak akan mendapat cobaan melebihi batas kemampuan....

Di sisi lain, cobaan membuat kita lebih kuat dan sabar...
Semoga setiap hari saya selalau menjadi orang yang lebih baik dari hari sebelumnya....dan esok....saya menjadi orang yang lebih baik dari hari ini.....

Wednesday, 15 October 2008

anak ku sakit.......

15 oktober..

kantor ramai banyak tamu.
rutinitas mulai dilaksanakan, beberapa masalah pekerjaan muncul dan harus diselesaikan dari yang ringan sampai yang menguras energi.
makan siang sambil bicarakan rencana seminar.
truss kembali menguji siswa bidan.
Disela-sela pekerjaan Anggia,anak ku sms badannya panas.
Setelah pem. lab hasilnya tidak menggembirakan, ada gejala tifus tapi ada juga infeksi lain...
Badannya panas, mual, pusing, pegal,padahal....dia sedang ujian tengah semester.
Semoga gya cepat pulih.....

Tuesday, 14 October 2008

bergerak...bergerak....semangat....!!

14 oktober

kegiatan dimulai dengan silaturahmi dengan para ka.puskesmas dan dokter di puskesmas.terus lanjut rapat kerja,ngasih materi sampai jam 11.
Nah..mulai deh....beresin berkas kerjaan yang udah numpuk di meja kerja, terima tamu dan menjawab beberapa telepon dan SMS . Pukul 13 menuju tempat mau nguji para calon bidan (hari ini 3 siswa yang ujian,maklum udah mau yudisium...)
seseali jam 17, maka....saudara-saudara meluncurkan pulang ke rumah....mandi dan buka comp. deh...

Rencana malam ini ??? menyiapkan bahan rapat IDI untuk persiapan MUKERNAS dan rencana simposium untuk awam...

Alhamdulillah ...diberi kesehatan, diberi waktu yang manfaat.
Setiap nafasku...seluruh hidupku....semoga diberkahi Allah.....

Monday, 13 October 2008

YOGYA 2003....BEKERJA,BELAJAR,BERMAIN,GEMBIRA....!!!

adventure is my life.....HANCURKAN!!!!

Para Pencari Tuhan...di Ujung Kulon

p. handeuleum.....hmm sunyi sepi ....

p.peucang...cagar alam dunia,indahnya

bali,uluwatu yang cantik

kerajinan bangsa ku...

Bali 2005,Indonesia yang cantik......

I don't like monday...but it's OK!

sejak pagi...duh...saya harus berlari kesatu tempat dan ke tempat lain, telepon terus berdering, dan SMS masuk yang harus dijawab.

Dimulai dengan memimpin apel pagi, memberikan arahan atas kerja tim, menyampaikan informasi dan memberi motivasi.
Langsung masuk aula untuk sosialisasi pelayanan kesehatan bagi masymiski,berbagai penyakit menular di Kota Bandung.
rapat denngan staf, menyiapkan materi rapat koordinasi hari selasa, menerima tamu dari puskesmas, memeriksa ,surat masuk, menandatangani surat keluar, terus dilakukan sapai pk.9.30.
9.30 menuju 2 puskesmas untuk pembinaan teknis,tiba di kantor pk 12.30.
Shalat dan makan,diluar telah menunggu sekumpulan doktr (mau rapat persiapan MUKERNAS), sekumpulan kasubag TU Puskesmas (membahas uraian tugas)..saya memberikan arahan.

Di ruang sebelah tamu dari dinkes provinsi untuk konsultasi sudah menunggu...(wuih...)
di Lobby seorang siswa AKBID yang akan diuji besok datang dengan membawa karya tulis.

pk. 13.30 ..mulai latihan paduan suara dokter menyanyikan Hymne IDI (untuk MUKERNAS)....pk.15 latihan selesai.

Cek aula dengan segala persiapan untuk rapat dg staf bag umum,
pk. 15.30 masuk ruangan...(setumpuk berkas sudah ada di meja)
saya selesaikan 1 persatu....

pk. 16.30 setelah shalat menuju rumah....
Segera buka komputer menyempurnakan bahan presentasi untuk rapat besok, menyusun dan memasukkan ke tempat FC.

Alhamdulillah....

Tugas lain menanti :membaca 3 karya tulis ilmiah calon bidan yang akan diuji besok.
menyempurnakan materi presentasi....

SEMANGAT!!!

breast friend ku

Tahun 2002 saat saya didiagnosa cancer oleh dokter yang merawatku....
Hmmmm.......gak bisa terbayangkan, rasanya dada mau meledak,tapi mulut terkunci rapat.
Mau bicara...suara tidak keluar....wajah dokter Drajat (dr sabar, pintar, baik hati...)menjadi tidak jelas lagi...tertutup air mata
Suami saya Ronald Agusta juga terdiam, pucat.
Saat itu di ruangan periksa hanya kami bertiga.

Sejenak saya menghela nafas panjang....lalu dengan pelan saya berkata :" Jadi selanjutnya,apa yang harus kami lakukan"

Maka mengalirlah penjelasan, langkah-langkah pengobatan yang harus saya jalani.
Saya mencatat semua perkataan dokter, kemudian pulang untuk mengatur rencana dengan keluarga.

Perjalanan pulang dari tempat praktek terasa sangat lama karena kami hanya terdiam, sesekali saya menitikkan air mata, mengingat kedua anak saya Anggit Raksajati (3 SMP) dan Anggia Karina (6 SD). Ya Allah ijinkan saya menemani mereka selama mungkin, ijinkan saya mendoakan mereka, membimbing mereka, menemani mereka.

Terkadang suami memegang tangan saya,seperti ingin saling berbagi kekuatan,terkadang saling memandang...terkadang tatapan mata saya melihat ke luar mobil....

Setiba di rumah, saya melihat ke dua anak saya sedang belajar sambil bercanda....
Saya tersenyum dan masuk ke kamar mandi menumpahkan semua kesedihan,kekhawatiran, ketakutan....Kemudian saya mengambil air wudhu dan memohon pertolongan kepada Allah.

Sesaat menjadi lebih tenang....."Ya Allah, saya menerima ketentuan Mu, tapi mudahkan ikhtiar kami, ridhoi lah setiap langkah kami....."

Ronald suami saya memeluk erat,tanpa berkata.
Saya terus menangis dipelukannya, dengan suara tertahan...(khawatir terdengar anak-anak).
Dia terus memeluk,sambil berkata...."Kita akan jalani bersama, Insya Allah kita bisa"
Begitulah suami saya yang tercinta,selalu memberi ketenangan, memberi kekuatan dan selalu ada disaat dibutuhkan.

Sunday, 12 October 2008

ronald suamiku, anggia si cantik anak ku dan arga keponakan tampan....

belajar

minggu malam, 12 okt, pk 23.30

untung keponakan ku Astrid sabar membimbing aku mengisi blog ku yang baru...
step by step di bimbing.

saat ini saya sedang belajar mengisi sesuai judul
(bu gurunya sabar tapi galak....,saya takut salah....hi...3x)

terima kasih...

setelah 2 tahun mati suri. blog ku sudah tampak jadul dan gak pantas dilirik...
tiba tiba keponakan ku yang manis dan lucu menawarkan diri untuk merombak habis.
Sejak dulu sebetulnya ingin minta tolong, tapi dia tampak sibuk sekali.
jadi waktu dia menawarkan diri.
saya sangat bahagia...dan terharu....(lebay.com kalau kata tamrin).
Maka saudara-saudara.....saya perkenalkan bog baru saya,teman dalam hatiku...dalam detak jantungku...friendsinheart.

terima kasih buat astrid, lv U so so much...

Buat Tamrin yang juga berniat menyiapkan waktu buat "rekonstruksi" blog saya.....nuhun bageur.

mangga ramaikan detak jantung ku....,welcome....(bukan keset)

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Blog Design By:

Blog Design By:
CHOCO BERRY CHERRY

About Me

My photo
"When you look at your life, the greatest happiness is family happiness"

My Activities

syamsi
Ibuhamilcom

Followers

MIRACLE of LOVE

MOL2

Please find 'Miracle of Love' by Eko P. Pratomo - Syaamil in the bookstore in the beginning of January 2008. Harga Rp. 43.500,00

This book is dedicated to support Care for Lupus & Care for Low Vision activities at Syamsi Dhuha Foundation (SDF).

You could extend your caring by recommending this book to your friends... .

Light Up the World with the Ray of Our Heart.

Your Caring Saves Lives.

Back to TOP