Thursday, 16 October 2008

Bersyukur.....

Saat saya didiagnosa kanker, kemudian baru saja menjalani operasi.
Saya dikunjungi teman saat SMP (dia juga seorang survivor ).
survivor itu sebutan untuk para penderita kanker yang bertahan.

Dia berkata ,"ayi....suatu saat ayi akan mengucap berulang kali Alhamdulillah dan bersyukur atas diberinya penyakit kanker"

Hah...saat itu saya hanya terdiam, dan menatap wajahnya (tentu saja wajah terkejut...)
"gimana bisa, kena kanker malah bersyukur....duh...."

Mendapatkan penyakit kanker ,saya seperti mendapatkan perhatian khusus.
Seperti seseorang yang akan berangkat ke luar negeri....sudah diberi tahu ,akan berangkat...
maka saya diberi waktu untuk mengurus berbagai kelengkapan (pasport, visa, tiket, akomodasi),menyiapkan bekal untuk di tempat baru dan yang ditinggalkan....

Alhamdulillah saya memang seperti terus dibimbing....
diingatkan untuk mempersiapkan "keberangkatan".

kemudian setiap bangun pagi...rasa syukur luar biasa masih diberi anugrah waktu....
Setiap bernafas....Alhamdulillah diberi anugrah....kehidupan yang diberikan....
melihat anak-anak tidur....Alhamdulillah 1 hari berlalu menemani mereka....

Maka...benar lah....saya mengucap tak henti-henti Alhamdulillah....
Saya selalu bersyukur....atas anugrah yang diberikan...

Waktu adalah anugrah, semoga saya dapat mengisi dengan penuh manfaat.....

0 comments:

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Blog Design By:

Blog Design By:
CHOCO BERRY CHERRY

About Me

My photo
"When you look at your life, the greatest happiness is family happiness"

My Activities

syamsi
Ibuhamilcom

Followers

MIRACLE of LOVE

MOL2

Please find 'Miracle of Love' by Eko P. Pratomo - Syaamil in the bookstore in the beginning of January 2008. Harga Rp. 43.500,00

This book is dedicated to support Care for Lupus & Care for Low Vision activities at Syamsi Dhuha Foundation (SDF).

You could extend your caring by recommending this book to your friends... .

Light Up the World with the Ray of Our Heart.

Your Caring Saves Lives.

Back to TOP